Tuesday, 10 April 2012

Youth and Development

Youth and Community Development

In December 2010, I got involved with Habitat for humanity organization project in Sentul areas, Bogor. Habitat for humanity is a non profit organization with the main purpose of helping our low income community, who are less able to build a decent place to live. Habitat organization has been running since 2007 in Indonesia, Mr Budi, as Habitat staff said to me that since 1997 until July 2011, Habitat has been helping 3 thousand family to get a decent places to sleep at night. Habitat also taking care people who lost their houses because natural disaster like earthquakes and tsunami in Aceh.

I got information of Habitat programs from my Japanese colleague who have been active as Habitat volunteer in Indonesia since 2 years. Fact that my Japanese foreign friend have better information about Habitat organization existence in Indonesia was really make me sad, its pushed me to made a few step ahead to introduce Habitat programs to youth generation because I guess not many people notice. Habitat need to raised the fund from personal donator and companies, and to reduce the cost Habitat needs so many active volunteer all over Indonesia. Mr Budi was explaining to me that Habitat need financial support to collecting the fund, then I had an idea to made an article about Habitat organization for Japanese company readers in Indonesia. I have been working in Japanese internal media, so I thought why don’t I used my power for making a few differences, I’m just trying to be agent of change in my small community using small power that I have. Hopefully from my short article about Habitat programs, many Japanese companies in Indonesia are willing to be Habitat donatur as part of their corporate social responsibility programs.

I thought by published a short story about Habitat programs, means that I have already put myself as a functional youth citizen, but I realized that we need more than a million of youth generation to create a better world for low income community, I know that youth generation have a big power, but they are not yet fully aware with power they might have.
In fact, on Habitat sentul project around September - December 2010, I was getting a hard time to faced the fact that most of volunteers were a youth foreigner. I was thinking where Indonesian youth volunteers did go?.

I had found a bitter fact that 100% Habitat volunteers on Sentul project was from youth foreigner, they were coming from International school like Korean international school and Jakarta International school. They were painted the wall, cut the woods, cleaning the windows, put the lamp, put the floor, and after 3 hours working they were made a closing ceremony to gratefull what they did and made a promises to help others even from different nation and social classes. Several volunteer also coming from University exchange student like Japan. It was quite hard and sad to watched that foreigner helped our community while our own youth generation might not knowing the existence of Habitat humanity programs.

I don’t blame anyone with the fact that Indonesian youth generation might have a less information tools, but i was over thinking with the reason behind this. Value that youth foreigner have that we don’t have, we should take a look to international school curriculum system, they have been held social action and social awareness as school subject with credits, student need to make a real contribution to the community to pass that subject. As matter a fact, foreigner student were being pushed to have a social awareness since they were children. I think we need to follow exactly the same, I think its very important to put social action as one of subject since the primary school. National education system should add social activity as one of important subject. We need to create social awareness since they were children.

I have been taking my role by introducing Habitat programs to my youth friends. If we were gathering together, I was pretty sure that we can build a million houses for million low income family all over Indonesia. What been missing from our youth generation was the lack of information for social activity. There for, we need to use internet as a tools to get connected, because todays youth generation have been using internet as part of their life style. We were totally different with 90’s era when the only way to spreading the information was from printed media. In fact, since 2011, 40 million people In Indonesia were using internet every day from their small mobile phones. So I had been posting on my facebook account picture that I taken from Habitat programs. I wrote the description on my facebook about Habitat mission. I was hoping from my 600 hundred facebook friends could seeing what I have been posted, or at least they would be familiar with Habitat organization.

In conclusion, first, I think we need to put social activity as a new subject since in primary school, because we need to create social awareness since they were children, as next youth generation who will make a real contribution for community in the future. Second, government and non profit organization must work together to introduce social programs using internet. We can use major social platform like facebook fan pages, twitter, blogger, kaskus forum, or anything as a new way to reaching youth generation understanding and support.
\

Sunday, 1 April 2012

google dan Bob Sadino



Tanggal 31 maret 2012, festifal UKM 2012 diadakan dengan tema bisnis online. Event ini terselenggara berkat Google, yang gosipnya akan buka kantor di Indonesia, markplus inc media dan beberapa mitra diantaranya Multiply market places Indonesia. Pembicara yang saya tunggu tunggu adalah Bob Sadino, yang diperkirakan hadir menggunakan celana pendek seksi. Tepat seperti dugaan saya, Om Bob hadir dengan gaya kasual andalannya. Dengan tema denim, ia menggunakan celana pendek jeans diatas dengkul dan kemeja putih, effortless casual look, bravo om Bob!!!. Andaikan saya mempunyai paha selangsing om bob, mungkin saya juga akan mengenakan kostum yang gak kalah kasual dan seksi kayak Om Bob, yeaaah....i wish. But Everyone knows that i'm getting fat..."cry"



Om Bob yang super nyentrik ini menampar audience dengan pernyataan kerasnya bahwa sekolah formal telah membuat semua orang bodoh, mematikan kreatifitas, dan menumbuhkan pengharapan. Pernyataan Om Bob mematahkan penjelasan CEO Markplus-Bapak Hermawan Kartajaya yang mengatakan pengharapan dibutuhkan untuk memulai bisnis dengan rumus khas ekonomi seperti differensiasi, positioning, dan branding. Dengan sangat lugas, Om Bob berpesan kepada 2000 perserta UKM bahwa binis tidak usah dipikir dengan gaya sok ilmiah melalui teori memusingkan, ia mengaku akan berhenti berbisnis jika sebelumnya ia mendengar teori Pak Hermawan Kartajaya yang sungguh membingungkan. Telak saja komentarnya membuat audience tertawa sekaligus merasa tidak enak dengan Pak Hermawan yang duduk dibangku depan. Singkat kata, Om Bob mengatakan bahwa yang penting dalam bisinis adalah memulai dan lakukan,itu saja. Bisnis menurutnya tidak usah dibawa pusing karena bisa dilakukan oleh siapa saja yang tahan banting dan tidak cengeng, terlebih lagi pengharapan yang besar dalam membuat bisnis hanya akan membuat anda mudah patah arang begitu mudah.

Saya salut dengan Om bob, dari pedagang telor hingga pemilik tunggal kemp chicks supermarket, ia kemudian berkata pelan kepada audience yang mengaku lelah karena usahanya tidak berkembang setelah 4 tahun berusaha, Om bob berteriak lantang bahwa tidak ada yang prosesnya instan, bahwa ia sendiri saja membutuhkan waktu 40 tahun untuk bisa berdiri seperti sekarang. Pantas saja, ia menjadi Sumber insipirasi ribuan audience untuk memulai usaha dari nol saat ini juga, tidak usah menunggu esok.

Protes Om Bob yang paling telak adalah penyebutan istilah UKM-usaha kelas menengah yang menurutnya terlalu mengkerdilkan, ia kemudian berpesan agar pemerintah mengganti istilah tersebut dengan UBB yaitu usaha bakal besar, well...i'm totally agree with you Om Bob, *tepok pramuka*

Motivator ternama, pak Mario Teguh turut memberikan dukungan kepada audience. Satu hal yang sangat menginspirasi saya berangkat dari pengakuan beliau yang menuntut perubahan dalam dirinya saat berumur 35 tahun, so its never too late to change into better you. Beliau memgatakan umur 35 adalah titik balik kehidupannya,moment dimana ia berbicara dengan pantulan dirinya yang berwajah lesu, seperti tidak mengenali diri sendiri, ia kemudian berjanji di depan cermin bahwa "its just a matter of time to be a better you, menjadi pribadi lebih baik.

Festifal ini terbilang istimewa karena diselenggarakan gratis tis tis tis. Peserta yang datang kurang lebih mencapai angka 2 ribu, tidak sedikit dari mereka yang rela datang dari jauh seperti kota Bandung, Yogyakarta, Tegal, dan Surabaya. Acara yang terselenggara berkat google ini memberikan domain gratis sebagai alat memulai bisnis online bagi 100 ribu orang pertama, anda cukup mengakses www.bisnisgoonline.com untuk memperoleh domain gratis

saya sendiri sudah mendaftar, dengan nama website movensphotography.web.id. Rencananya untuk mempromosikan jasa photography yang akan saya bangun bersama photographer berpengalaman. Kemungkinan besar, besok domain saya sudah bisa diaktifkan, semoga saja. doa kan saja


jadi tunggu apa lagi guys, ayo daftar segera, nyalakan internet anda...

Saturday, 31 March 2012

menggeliat


















perempuan dengan bedak dan gincu tebal menggeliat dihadapan ratusan lensa. Dua lampu besar mengarah padanya, panas, berkeringat, namun tetap tersenyum, tak pelak ia sesekali menggeliat dalam pose pose tak nyaman. Ia menatap pada titik titik di kejauhan mencoba untuk tidak fokus pada ratusan mata pria yang memandangnya lewat kamera, Mengunci setiap lekukan tubuhnya dengan komentar panas yang menganggu kuping saya, sebagai satu satunya wanita yang turut memotret dan terhimpit ditengah tengah. Saya merasa jengah

Saya pikir, model macam ini memang cantik dan seksi, tapi harusnya pria disebelah saya tidak usah bergumam melecehkan seakan-akan objek di depannya adalah komoditas seks gatisan, dan demi Tuhan dia masih berpakaian, jadi kemana otak waras kalian?

Saturday, 10 March 2012

From that Girls who always laugh next to you





Its was my time, when i felt i can't do anything wrong, in time when i think every step that i take is always right

well, i prove my self wrong
i'm learn my lesson now
that future is God secret

i may made several mistake
by letting you go
but future is waiting
hug me to stay strong as they told me that my journey is not end yet
with or without you

SORRY, I can't.....


Ps;
from the girl who always laugh beside you

Wednesday, 22 February 2012

gembok berkarat


katakan, apakah kita punya masa depan?
kau terdiam, raut wajah mu mengeras, seakan-akan bimbang
Aku tersenyum, merasa terhempas ke kerak bumi, lalu gelap.



Bimbang mu merasuki bawah sadar-ku, merasa tak cukup baik untuk mu, aku telah membuang tahun berharga yang kini tak mungkin kembali. Aku habiskan setiap detik untuk membuat mu percaya bahwa aku ada dan satu-satunya. Bahwa Tuhan menciptakan Aku dari tulang rusuk mu. Hari itu, ak hanya butuh kejelasan, dalam Satu episode penuh drama di Bandara, kini terpapar jelas dalam ingatan ku, setelah bertahun-tahun ku hempaskan dalam kotak bergembok. Aku menyerah.


Menatap mu datang dengan ransel besar sambil tergopoh-gopoh menghampiri ku diruang tunggu, mengenakan celana pendek army dan kaos hitam kesayangan mu, rasanya hujan diluar, entahlah, karena aku merasa dingin melihat mu...

"Maaf" kata mu dalam nada pelan
aku menunduk menatap lantai
merasakan detik demi detik berjalan lambat
Pikir ku, untuk apa kau minta maaf jika keputusan mu sudah bulat
pikir ku, sekalipun aku menangis, kau tetap pergi

"Katakan pada ku, apakah aku bagian dari masa depan mu?"
pertanyaan yang sudah aku susun rapih sejak semalam
aku hanya ingin jawaban menenangkan, yang akan membuat ku bernafas lebih baik ke depan

"jika ya katakan iya"
"jika ragu, katakan saja tidak"
Kau terdiam, muka mu bimbang...
..tidak usah kau katakan, aku sudah tahu

aku tersenyum lebar memeluk mu, merasakan kekosongan menyerang ku tiba-tiba.
"baik-baik yah", kata ku sebelum beranjak pergi meninggalkan bandara.

Saat itu, aku merasa telah mendapatkan ketegasan untuk bisa berpijak

Ku pikir itu titik,
lantas kenapa kau buka lagi gembok yang sudah berkarat

Monday, 6 February 2012

Melambung


Bandung...


aku mengaku pernah mencintai mu diam-diam. Masa dimana hanya ada aku dan perkumpulan kita yang mayoritasnya adalah pria. Aku selalu menatap mu lebih, meskipun dr beberapa pria bukan kamu yg memberikan perhatian lebih.pernahkah kau terbesit, bahwa aku selalu berharap kamu tuk datang, aku menanti motor mu memasuki gerbang kosan ku, aku selalu berharap kau datang setiap waktu hanya untuk sekedar bercerita dan mendongeng sebelum tidur.


masih ingat, ketika kau datang untuk membawa ku pergi, kau tahu, aku tidak bisa tidur semalaman menanti esok. Aku terjaga. Kau datang dengan kaos terbaik mu dan jacket kesayangan mu yang pernah ku pinjam berbulan-bulan. Aku tersenyum mengingat saat itu, ketika kau menyambut ku dengan senyuman teduh yg sangat ku kenal. Aku menikmati setiap detik wangi parfum mu yang tercium ketika motor mu membawa ku melaju cepat menantang angin.kau tahu, aku suka angin mengibas rambut ku hebat, kau mengebut untuk memberikan angin itu.

Aku memang pernah mencintai mu dan mencoba menerka nerka apakah kau pernah menatap ku berbeda? namun sifat ku yang tertutup mungkin membuat mu tak mampu membaca raut wajah , tak mampu melihat rasa ku. kau paling tidak pernah mencintai ku kan? aku menyadarinya ketika kau melarang dgn keras salah satu teman kita untuk jahil ketika aku tertidur pulas di dekat kalian karena kecapekan. Ya kau bilang dengan sangat tegas, jangan ganggu dia, dia sedang capek. Aku melambung saat itu, ingin rasanya aku memeluk mu dan melupakan batas pertemanan.



aku tak akan pernah melupakan masa-masa muda kita, ku ingat selalu jejak-jejak angin bandung yang membawa mu dan aku melaju, aku menutupi semua perasaan saat itu semata-mata karena aku tidak yakin kau menginginkan ku atau tidak, meskipun kau selalu berkata: keluarga ku akan mencintai mu jika ku kenalkan, kau sangat lucu... Dan kau buat ku melambung lagi dan lagi


batas kota memisahkan rutinitas kita, tak ada lagi dongeng tengah malam, tak ada lagi segelas kopi pahit di sudut kota. Namun aku akan selalu mengingat mu dan mendoakan kebahagian mu dengan dia.