Saturday, 10 March 2012

From that Girls who always laugh next to you





Its was my time, when i felt i can't do anything wrong, in time when i think every step that i take is always right

well, i prove my self wrong
i'm learn my lesson now
that future is God secret

i may made several mistake
by letting you go
but future is waiting
hug me to stay strong as they told me that my journey is not end yet
with or without you

SORRY, I can't.....


Ps;
from the girl who always laugh beside you

Wednesday, 22 February 2012

gembok berkarat


katakan, apakah kita punya masa depan?
kau terdiam, raut wajah mu mengeras, seakan-akan bimbang
Aku tersenyum, merasa terhempas ke kerak bumi, lalu gelap.



Bimbang mu merasuki bawah sadar-ku, merasa tak cukup baik untuk mu, aku telah membuang tahun berharga yang kini tak mungkin kembali. Aku habiskan setiap detik untuk membuat mu percaya bahwa aku ada dan satu-satunya. Bahwa Tuhan menciptakan Aku dari tulang rusuk mu. Hari itu, ak hanya butuh kejelasan, dalam Satu episode penuh drama di Bandara, kini terpapar jelas dalam ingatan ku, setelah bertahun-tahun ku hempaskan dalam kotak bergembok. Aku menyerah.


Menatap mu datang dengan ransel besar sambil tergopoh-gopoh menghampiri ku diruang tunggu, mengenakan celana pendek army dan kaos hitam kesayangan mu, rasanya hujan diluar, entahlah, karena aku merasa dingin melihat mu...

"Maaf" kata mu dalam nada pelan
aku menunduk menatap lantai
merasakan detik demi detik berjalan lambat
Pikir ku, untuk apa kau minta maaf jika keputusan mu sudah bulat
pikir ku, sekalipun aku menangis, kau tetap pergi

"Katakan pada ku, apakah aku bagian dari masa depan mu?"
pertanyaan yang sudah aku susun rapih sejak semalam
aku hanya ingin jawaban menenangkan, yang akan membuat ku bernafas lebih baik ke depan

"jika ya katakan iya"
"jika ragu, katakan saja tidak"
Kau terdiam, muka mu bimbang...
..tidak usah kau katakan, aku sudah tahu

aku tersenyum lebar memeluk mu, merasakan kekosongan menyerang ku tiba-tiba.
"baik-baik yah", kata ku sebelum beranjak pergi meninggalkan bandara.

Saat itu, aku merasa telah mendapatkan ketegasan untuk bisa berpijak

Ku pikir itu titik,
lantas kenapa kau buka lagi gembok yang sudah berkarat

Monday, 6 February 2012

Melambung


Bandung...


aku mengaku pernah mencintai mu diam-diam. Masa dimana hanya ada aku dan perkumpulan kita yang mayoritasnya adalah pria. Aku selalu menatap mu lebih, meskipun dr beberapa pria bukan kamu yg memberikan perhatian lebih.pernahkah kau terbesit, bahwa aku selalu berharap kamu tuk datang, aku menanti motor mu memasuki gerbang kosan ku, aku selalu berharap kau datang setiap waktu hanya untuk sekedar bercerita dan mendongeng sebelum tidur.


masih ingat, ketika kau datang untuk membawa ku pergi, kau tahu, aku tidak bisa tidur semalaman menanti esok. Aku terjaga. Kau datang dengan kaos terbaik mu dan jacket kesayangan mu yang pernah ku pinjam berbulan-bulan. Aku tersenyum mengingat saat itu, ketika kau menyambut ku dengan senyuman teduh yg sangat ku kenal. Aku menikmati setiap detik wangi parfum mu yang tercium ketika motor mu membawa ku melaju cepat menantang angin.kau tahu, aku suka angin mengibas rambut ku hebat, kau mengebut untuk memberikan angin itu.

Aku memang pernah mencintai mu dan mencoba menerka nerka apakah kau pernah menatap ku berbeda? namun sifat ku yang tertutup mungkin membuat mu tak mampu membaca raut wajah , tak mampu melihat rasa ku. kau paling tidak pernah mencintai ku kan? aku menyadarinya ketika kau melarang dgn keras salah satu teman kita untuk jahil ketika aku tertidur pulas di dekat kalian karena kecapekan. Ya kau bilang dengan sangat tegas, jangan ganggu dia, dia sedang capek. Aku melambung saat itu, ingin rasanya aku memeluk mu dan melupakan batas pertemanan.



aku tak akan pernah melupakan masa-masa muda kita, ku ingat selalu jejak-jejak angin bandung yang membawa mu dan aku melaju, aku menutupi semua perasaan saat itu semata-mata karena aku tidak yakin kau menginginkan ku atau tidak, meskipun kau selalu berkata: keluarga ku akan mencintai mu jika ku kenalkan, kau sangat lucu... Dan kau buat ku melambung lagi dan lagi


batas kota memisahkan rutinitas kita, tak ada lagi dongeng tengah malam, tak ada lagi segelas kopi pahit di sudut kota. Namun aku akan selalu mengingat mu dan mendoakan kebahagian mu dengan dia.

Monday, 12 December 2011

Love or Lust....


People may called me nerd and naif..but i called my self as..SPECIAL!



Dari sekian juta kata, aku mendengar suara mu lebih lantang daripada yang lain. Bahkan aku bisa menembus jauh ke dalam jiwa mu hanya untuk menelusuri dimana posisi aku sebenarnya. Satu hal yang sering kali kau lupakan bahwa aku tidak sama seperti perempuan mu yang sudah-sudah, aku lebih special. Aku berbeda. Aku punya prinsip yang akan ku pegang di dalam saku meskipun harus kehilangan seseorang. Meskipun aku membusuk dalam sepi Lalu Galau


Seharusnya aku tidak usah mewujudkan permintaan mu akan kencan yang ku pikir tulus ketika ku lihat kau bertopeng. Tahukah kau, Aku kenal topeng sialan yang kau kenakan kemaren jauh sebelum kau mengenal ku. Bentuk dan rupanya sama saja, bau khasnya yang tengik sekian kali telah membuat ku merapuh, Jika si bijak berpendapat bahwa Pengalaman akan membuat mu kuat, tidak dengan aku yang merasa kosong. aku merasa lebih bodoh dari si otak udang.

Dengar ini baik-baik, Aku bukan perempuan biasa, Aku tidak akan pernah melacurkan diri hanya untuk cinta, kau salah menilai ku. Definisi modern dalam dunia ku tidak berkaitan dengan sex. Aku memilih menjadi open minded yang tidak mempermasalahkn tatapan sinis dan makian bahwa aku Nerd ditengah kemajuan jaman. Peduli setan. Teriak saja dengan lantang bahwa aku si-naïf yg menginginkan ketulusan ketika jaman terlalu metropolis untuk bisa mengerti.

Hanya saja, aku percaya melebihi apapun, bahwa aku akan mendapatkan ketulusan itu esok lusa. Meskipun tidak melalui imaji mu, aku bisa berlalu. Karena seiring berjalannya waktu aku mampu melupakan mu.

Wednesday, 30 November 2011

Sang Wanita




Hujan menyeret sang wanita dalam lubang kekecewaan yang semakin dalam. Beku. Dalam cermin, sinar wanita telah mati sekalipun ia tersenyum memaksakan diri, sekalipun ia berlari, bahkan melompat mencoba menembus kabut. Ia menatap kosong,menyembunyikan emosi yang membara, membiarkan marah bergemuruh dan tumbuh sekali lagi dalam jiwa.


Seakan-akan tenang, ia berjalan dalam sepi, memanjatkan doa pada sang pencipta yang telah membawa adam ke bumi, terdengar lirih dalam satu kalimat penuh pengharapan, memohon agar ia mampu melewati parit gelap bahwa terang akan segera datang seiring Matahari esok pada jam 5 dini hari.

Ini hanya satu titik kehidupan yang harus ia hadapi. Tuhan memberikan kejadian, mengingatkan bahwa manusia bukan nabi sehingga ekpetasi menjadi imagi yang sempurna adalah bentuk kesombongan

wanita berlari pulang, mengaku kalah.
Merasa jengah, merasa rapuh
meski meragu untuk melangkah
namun petunjuk Tuhan sudah sangat jelas
Hujan tidak lagi memberikan ketenangan

Sunday, 16 October 2011

After the rain, there always rainbow


aku memilih menjadi putri pelangi daripada harus menjadi Cinderella dengan sepatu kaca berkilau dan pangeran super tampan. Mengandeng pangeran sambil mengenakan most wanted shoes memang meyenangkan....tapi entah kenapa menjadi pelangi dengan kesendiriannya tampak lebih mengiurkan bagaikan ditawari es jeruk dingin disiang yang super terik dan panas. Terlepas dari kenyataan bahwa Cinderella adalah mantan babu yang beruntung berkat wajah cantiknya, kebayangkan klw semua pembantu rumah tangga cantik-cantik, bisa-bisa semua majikan kawin lari sama pembantunya. Meskipun pelangi hanya berwajah pas-pasan, tidak punya pengeran dan ibu peri yang siap membantu, tapi berkat pelangi semua orang mengerti bahwa sang pencipta itu ada. Merek crayon ternama bahkan tidak bisa menandingi warna asli dari pelangi yang terang redupnya


habis gelap terbitlah terang
habis kenyang terbitlah ngantuk
namun yg terpenting
habis mendung terbitlah pelangi


sayangnya, pelangi juga bisa capek
kadang menyinari banyak org bisa begitu melelahkan
setiap pelangi butuh juga pelangi